RSS

BERUSAHALAH SEPERTI USAHA SAAT MEMAKAN KUACI

09 Jun


Kuaci merupakan makanan kecil yang mengasikkan. Berasal dari biji bunga matahari. Pernahkah anda memakannya..? Pertama kulitnya dibuka baru kemudian kita mendapatkan isinya dan isinya itu yng kita makan. Apakah isinya besar..? Tidak.. Isi dari biji kuaci ini tidaklah besar.

Nah kita bisa belajar dari proses memakan kuaci tersebut.. Beda dengan memakan kacang. Kuaci isinya sangat lah kecil. Lebih besar isi kacang dari pada kuaci. Tapi para penikmat kuaci tetap semangat untuk memakannya. Apakah kuaci mengenyangkan..? Selama saya mencoba memakannya tidak pernah saya merasakan kenyang. Baik yang bungkus harga 1000 rupiah, maupun yang 5000 rupiah. Tapi tetap sebagai makanan kecil di kala waktu senggang memakan kuaci ini sangat mengasikkan.
Filosofi dari memakan kuaci itu yang perlu kita terapkan dalam berusaha. Kita seharusnya jangan memikirkan hasil dahulu.. Akan tetapi prosesnya.. Lalui prosesnya dengan semangat seperti waktu membuka kulit kuaci. Kemudian baru kita akan mendapatkan hasilnya. Hasilnya pun tidaklah besar.. Kalau untuk kuaci tidak akan kenyang.. Akan tetapi kita tetap puas.. Kalau kita belum merasa puas mungkin kita akan membelinya kembali dan kembali mengulangi prosesnya dengan penuh semangat.. Nah berusahalah seperti hal tersebut. Insyaallah anda akan mendapatkan hasilnya..

Apakah anda setuju dengan Filosofi memakan kuaci yang saya jelaskan diatas…?

JANGANLAH KITA MEMIKIRKAN HASIL, JALANKAN PROSES DENGAN SEBAIKNYA, INSYAALLAH HASIL YANG TERBAIK YANGA KAU DAPATKAN. KALAU HASILNYA BELUM MEMUASKAN, LAKUKAN USAHA YANG LEBIH BAIK LAGI.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 9, 2011 in Perenungan

 

Tag:

2 responses to “BERUSAHALAH SEPERTI USAHA SAAT MEMAKAN KUACI

  1. Ndeso Klutuk

    Juni 14, 2011 at 2:56 pm

    ya setuju dg pendapar mas bro…. asal pada sudut pandang yg sama ….. tp jg bs dibalik loh filosofi makan kwaci ini,
    gini “JANGAN BEKERJA SEPERTI MAKAN KWACI” loh kok bs……? maksudnya jangan terlena dg pekerjaan yang megasyikkan tapi tdk ada hasil yang berbobot. Ya kayak kwaci ini, asyik makan seberapapun gak kenyang…..cm dpt asyik aja….

     
    • meitanteiamiterasu

      Juni 18, 2011 at 7:10 am

      betul bro…. hehe…. thanks atas sharingnya… berarti filosofi makan kuaci ini bisa menjadi dua kutub yang berlawanan. tergantung orang yang menjalankan.. good or bad… nice info

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 

۞ Melawan Sorangan ۞

♢ Berjuang untuk Mencapai Jalan yang Benar dan Terpercaya ♢

Ardiantoyugo

Night Riding Without Seeing

Potret Bikers

All about Otomotif, Photography, gadget, kuliner, & tempat wisata

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

WIRO NyöbaMôtö

Belajar menulis dan mem-foto apa saja pas nongkrong atau Mblåkräck :)

Aa Ikhwan Blog

Belajar - Bertakwa - Berjuang

Meitantei Amiterasu

I want to share to the world, what's on my mind

Azizyhoree's Blog

Warung DOHC site, a place for share knowledge all about engines that you know!

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

Pertamax7.Com -

Otomotif | Riding | Kuliner | Dagelan | DIY | GADGET

RiderTua.Com

Old Rider Who Writes About Motorcycles

%d blogger menyukai ini: